Our Blog Ad

Welcome Mind Charmer!

Know Your Time!

Blink! Blink! Blink!


10.2.13

Astronomy Update - 5th Edition


1.  Bintang yang merupakan objek pembelajaran bidang astronomi ternyata berguna juga untuk pelayaran. Seperti kisah dari orang-orang Polinesia dulu dimana mereka berlayar mengarungi laut antara Samudra Pasifik di utara dan Selandia Baru di selatan. Dalam pelayaran tersebut, banyak suku termasuk kaum Maori dari Selandia Baru berhasil berlayar ribuan kilometer dengan hanya menggunakan bintang sebagai penuntun mereka. 

    2. Jarak antara kota Syene dan Aleksandria seharusnya 7/360 dari lingkar bumi. Dibuktikan oleh Eratosthenes (270-190 SM) dimana ia menemukan bahwa matahari berada langsung di atas kepalanya di Syene pada tengah hari saat musim panas. Di Aleksandria matahari berada sekitar 70 dari titiknya yang tertinggi pada musim panas juga. Eratosthenes mengetahui bahwa bumi bundar (3600). Oleh karena itu, ia menyimpulkan bahwa jarak Syene dan Aleksandria adalah 7/360 dari lingkar bumi.


3. Imajinasi + fakta. Kalau disatukan bakal kayak gimana ya? Ok, seperti yang tergambar dalam gambar dari pelaut terkemuka asal Portugis, Ferdinand Magellan (1480-1521). Dimana di gambar tersebut terdapat gambaran Dewa Matahari Apollo, manusia duyung, monster laut, dan hewan laut lainnya. Di gambar ini pun, terlihat Ferdinand sedang menggunakan bola armillary .
  
    4.  Backstaff adalah alat yang digunakan para pelaut untuk mengukur tinggi matahari tanpa harus menatapnya langsung

 
    
   
     Credit by Dorling Kindersley translated by Jendela Iptek Astronomi

 


No comments:

Post a Comment