Our Blog Ad

Welcome Mind Charmer!

Know Your Time!

Blink! Blink! Blink!


28.3.13

Astronomy Update - 14th Edition

1.  Setiap menit Matahari mengubah 240 juta ton massa menjadi energi




2.  Pada tahun 1930, astronom Prancis, Bernard Lyot (1897-1952) 
menciptakan koronagraf.
 Dengan alat ini, korona Matahari dapat dilihat tanpa menunggu adanya gerhana total matahari

3. Walaupun Matahari berada 149 juta km dari Bumi, sinarnya masih cukup terang untuk merusak mata secara permanen. Matahari memang tidak boleh dilihat secara langsung, bahkan melalui teleskop pun masih belum boleh. Sebagai korbannya, Galileo menjadi buta karena memandang Matahari




4.   Lapisan terluar atmosfer Matahari adalah Korona. Korona tidak terlihat di siang hari karena cerahnya langit biru. Saat gerhana total, korona muncul bagaikan mahkota di sekeliling Bulan



5. Bintik matahari (Sun spot) adalah daerah yang dingin pada permukaan Matahari dimana medan magnetik mengacaukan lintasan panas dari inti ke fotosfer.

 Ketika bintik-bintik itu banyak, Matahari mengalami erupsi besar yang disebut nyala api. Nyala api meletuskan sejumlah besar partikel ke angkasa. Jika partikel tersebut mencapai Bumi, tentunya bisa mengganggu komunikasi radio dan menimbulkan efek aurora borealis (cahaya utara) dan aurora australis (cahaya selatan)



6. Bintik hitam yang bergerak secara acak di permukaan Matahari menunjukkan bahwa Matahari sebenarnya berputar. Namun, tidak seperti planet, keseluruhan massa Matahari  tidak berputar pada pacu yang sama karena tidak padat. Ekuator Matahari memerlukan 25 hari untuk melakukan rotasi penuh. Kutub-kutub Matahari juga memerlukan hampir 30 hari untuk melakukan rotasi penuh



7. Gerhana matahari terjadi apabila Bulan berada di antara Bumi dan Matahari. Melalui peristiwa gerhana Matahari, terlihat bahwa Bulan telah menutupi cahaya Matahari. Gerhana total Matahari biasanya hanya muncul satu kali setiap 360 tahun di tempat yang sama. Namun, bisa dipungkiri bahwa setiap tahun dapat terjadi beberapa gerhana Matahari 



8. Matahari adalah bintang. Karena itulah Matahari tidak memiliki permukaan. Sebagian besar cahaya Matahari yang terlihat, berasal dari fotosfer yang tebalnya sekitar 300-400 km. Setelah fotosfer, ada lapisan Kromosfer yang lebih panas dari fotosfer. Setelah Kromosfer, terdapat lapisan Korona yang merupakan lapisan terluar 



9. Berikut fakta mengenai Matahari:

    Diameter ekuatorial:1,4 juta km
    Jarak dari Bumi:149 juta km
    Periode rotasi:25 hari Bumi
    Volume:1.306.000 kali volume Bumi
    Massa:333.000 kali massa Bumi
    Rapatan:1,41
    Suhu pada permukaan:5.5000C










Credit by Dorling Kindersley translated by Jendela Iptek Astronomi. Picture from another source 

 




 



22.3.13

Astronomy Update - 13th Edition

1. Tata Surya adalah rumpun planet, bulan, dan serpihan antariksa yang mengorbit di sekeliling Matahari . Semua ini disatukan oleh gaya gravitasi Matahari yang 1.000 kali lebih besar dari semua planet jika disatukan




2. Empat planet terdekat dengan Matahari disebut terrestrial. Berasal dari bahasa Latin terra=tanah.  Empat planet tersebut memiliki persamaan yaitu memiliki massa yang kecil, rapat, dan permukaannya keras. Planet-planet tersebut adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars     





3.  Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus disebut planet Jovian.  Disebut begitu karena Jove adalah nama lain untuk dewa Romawi, Yupiter. Persamaan diantara keempat planet tersebut adalah tersusun sebagian besar oleh gas, memiliki massa yang besar, kerapatannya rendah



4. Antara Mars dan Jupiter terdapat daerah serpihan antariksa yang disebut sabuk asteroid   



 5. Matahari memiliki diameter sekitar  1.392.000 km. Ukuran ini hampir 10 kali lebih luas dari Yupiter




6. Pierre Simon Laplace (1749-1827) dari Prancis adalah ilmuwan pertama yang berusaha menghitung semua gerak Bulan dan planet –planet secara matematika.
Dalam karyanya yang berjumlah lima jilid Traité de Mécanique Céleste (Penyelidikan Angkasa yang Mekanis) (1799-1825), dibahas semua gerakan  di Sistem Tata Surya sebagai masalah matematika murni dan menggunakan pekerjaannya untuk mendukung teori gravitasi universal



7. Jarak antara planet-planet dan Matahari diukur dalam “satuan astronomi” atau AU (Astronomical Unit). Setiap satuan sama dengan jarak rata-rata antara Bumi dan Matahari, atau 149,6 juta km.

8. Salah satu pekerjaan utama pesawat penjelajah antariksa adalah mengirim foto yang dapat dikenal ke Bumi. Alat yang digunakan adalah CCD atau alat gandengan muatan. Memangnya, apa itu CCD? CCD adalah sebuah cip silikon yang dipecah menjadi 64.000 pixel. Setiap pixel merekam kecerahan yang berbeda. Semakin besar jumlah suatu pixel maka semakin banyak cahaya dalam citra 








9. Film berwarna biasanya jarang digunakan untuk mengambil foto planet karena kontrasnya rendah dan membutuhkan waktu pencahayaan yang cukup lama, paling sedikit satu jam

10. Hidrogen adalah unsur umum dalam sistem tata surya 

11. Matahari yang pejal pun sebagian besar terdiri atas hidrogen. Massa matahari yang besar menarik hidrogen ke dalam inti matahari. Hidrogen luluh menjadi helium di bawah panas dan tekanan tinggi. Reaksinya bagaikan sebuah bom Hidrogen besar yang mengeluarkan banyak energi, yang membuat Matahari bersinar
12. Mosaik warna Mars dihasilkan oleh komputer dengan menggunakan 50 citra yang diambil oleh pesawat pengorbit Viking. Cukup dengan menambahkan filter merah, hijau, dan ungu untuk mendapatkan sebuah citra yang berwarna penuh





Credit by Dorling Kindersley translated by Jendela Iptek Astronomi. Picture from another source