2. Pada tahun 1930, astronom Prancis, Bernard Lyot (1897-1952)
menciptakan koronagraf.
Dengan alat ini, korona Matahari dapat dilihat tanpa menunggu adanya gerhana total matahari
3. Walaupun Matahari berada 149 juta km dari Bumi, sinarnya masih cukup terang untuk merusak mata secara permanen. Matahari memang tidak boleh dilihat secara langsung, bahkan melalui teleskop pun masih belum boleh. Sebagai korbannya, Galileo menjadi buta karena memandang Matahari
4. Lapisan terluar atmosfer Matahari adalah Korona. Korona tidak terlihat di siang hari karena cerahnya langit biru. Saat gerhana total, korona muncul bagaikan mahkota di sekeliling Bulan
5. Bintik matahari (Sun spot) adalah daerah yang dingin pada permukaan Matahari dimana medan magnetik mengacaukan lintasan panas dari inti ke fotosfer.
Ketika bintik-bintik itu banyak, Matahari mengalami erupsi besar yang disebut nyala api. Nyala api meletuskan sejumlah besar partikel ke angkasa. Jika partikel tersebut mencapai Bumi, tentunya bisa mengganggu komunikasi radio dan menimbulkan efek aurora borealis (cahaya utara) dan aurora australis (cahaya selatan)
6. Bintik hitam yang bergerak secara acak di permukaan Matahari menunjukkan bahwa Matahari sebenarnya berputar. Namun, tidak seperti planet, keseluruhan massa Matahari tidak berputar pada pacu yang sama karena tidak padat. Ekuator Matahari memerlukan 25 hari untuk melakukan rotasi penuh. Kutub-kutub Matahari juga memerlukan hampir 30 hari untuk melakukan rotasi penuh
7. Gerhana matahari terjadi apabila Bulan berada di antara Bumi dan Matahari. Melalui peristiwa gerhana Matahari, terlihat bahwa Bulan telah menutupi cahaya Matahari. Gerhana total Matahari biasanya hanya muncul satu kali setiap 360 tahun di tempat yang sama. Namun, bisa dipungkiri bahwa setiap tahun dapat terjadi beberapa gerhana Matahari
8. Matahari adalah bintang. Karena itulah Matahari tidak memiliki permukaan. Sebagian besar cahaya Matahari yang terlihat, berasal dari fotosfer yang tebalnya sekitar 300-400 km. Setelah fotosfer, ada lapisan Kromosfer yang lebih panas dari fotosfer. Setelah Kromosfer, terdapat lapisan Korona yang merupakan lapisan terluar
9. Berikut fakta mengenai Matahari:
Diameter ekuatorial:1,4
juta km
Jarak dari Bumi:149 juta
km
Periode rotasi:25 hari
Bumi
Volume:1.306.000 kali volume Bumi
Massa:333.000 kali massa Bumi
Rapatan:1,41
Suhu pada permukaan:5.5000C
Credit by Dorling Kindersley translated by Jendela Iptek Astronomi. Picture from another source





















