2. Pada tahun 1800, Sir William Herschel mengulang kembali percobaan Newton dimana Newton menguraikan cahaya putih menjadi spektrum. Dalam percobaan Herschel, ia menutup semua warna kecuali satu. Observasinya berguna untuk mengukur suhu setiap warna dalam spektrum. Dalam observasinya, ia menemukan bahwa bagian merah dalam spektrum bersuhu lebih panas dari yang ungu, tetapi ia terkejut, merasa bahwa daerah yang tampak tak berwarna di sebelah bagian merah spektrum, suhunya jauh lebih panas. Ia menamakan daerah ini inframerah, atau di bawah panas.
3. Dalil pertama Gustav Kirchhoff mengenai analisis spektrum, yaitu bahwa gas rapat panas pada tekanan tinggi menghasilkan spektrum yang berkesinambungan dengan semua warna
4. Dalil kedua Gustav Kirchhoff mengenai analisis spektrum berbunyi bahwa gas renggang panas pada tekanan rendah menghasilkan garis emisi spektrum yang ditandai dengan garis spektrum terang dengan latar gelap.
5. Dalil ketiga Gustav Kirchhoff mengenai analisis spektrum menyatakan bahwa jika cahaya dari gas rapat panas melalui gas yang lebih dingin sebelum dilihat akan dihasilkan spektrum garis terserap, yaitu spektrum terang yang diselingi dengan sejumlah garis halus gelap
6. Bersama Gustav Kirchhoff, Bunsen menciptakan alat baru yang disebut spektroskop. Gunanya untuk mengukur efek-efek dari berbagai uap kimia pada pola garis-garis spektrum yang diketahui. Bukan hanya itu saja, dalam beberapa tahun kemudian, mereka berhasil mengisolasi spektrum dari berbagai zat yang dikenal dan menemukan unsur-unsur baru
7. Spektroskop adalah sebuah alat yang melenturkan cahaya melalui garis-garis halus untuk membentuk spektrum, dan menguraikan cahaya dalam riak gelombang konstituen. Spektroskop menggunakan prisma untuk menguraikan cahaya.
8. Teleskop Herschel memiliki panjang 2,1 meter dengan pembesaran 200 kali. Teleskop ini membantu Herschel dalam membantu menemukan planet Uranus.
Credit by Dorling Kindersley translated by Jendela Iptek Astronomi




No comments:
Post a Comment